Jumat, 08 September 2017

Hari Kedua Matrikulasi

Spirit Dompet Dhuafa

Sesi 1
Start 09.00

By :
- Bapak Parni Hadi (Ketua Pembina DD, Ketua Pembina UU)
- Pak Ismail A Said (Executive Chairman DD Foundation)

Pak Parni Hadi 
Pak Ismail A. Said

Iam Prophetic Socio Technopreneur
by: Parni Hadi

Usia beliau 69 tahun 
dan beliau juga salahsatu wartawan senior serta pernah menjabat sebagai Dirut ANTARA.

Iam an Entrepreneur
Seeking for more benefits
Than more profit
Kita pewaris tugas kenabian
Menjadi pengusaha adalah mengembang profesi yang sangat mulia ucap beliau.

Seusai beliau menyampaikan materi yang padat dan jelas beliau meninggalkan lokasi dan digantikan oleh Pak Ismail A. Said
Pak Ismail menyampaikan bagaimana terbentuknya Dompet Dhuafa Republika . 
Kelahiran Dompet Dhuafa Republika berawal dari empati kolektif komunitas jurnalis yang banyak berinteraksi dengan masyarakat miskin, sekaligus kerap jumpa dengan kaum kaya. Digagaslah manajemen galang kebersamaan dengan siapapun yang peduli kepada nasib dhuafa. Empat orang wartawan yaitu Parni Hadi, Eri Sudewo dkk berpadu sebagai Dewan Pendiri lembaga independen Dompet Dhuafa Republika.
Lembaga Dompet Dhuafa Republika lahir awal 1993, wartawan media ini memonitori segenap kerabat kerja untuk menyalurkan zakat sebesar 2,5% dari penghasilan. Dana tersebut dikumpulkan kemudian didayagunakan langsung kepada dhuafa yang berhak.

Berdasarkan Undang-undang RI Nomor 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan zakat, DD merupakan institusi pengelola zakat yang dibentuk oleh masyarakat. Tanggal 8 Oktober 2001, Menteri Agama Republik Indonesia mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 439 Tahun 2001 tentang Pengukuhan Dompet Dhuafa Republika sebagai Lembaga Amal Zakat tingkat nasional.

Beliau juga menjelaskan Struktur Organisasi Yayasan Dompet Dhuafa Republika
Yakni dibagi menjadi 7 struktur yaitu :
  1. Struktur Organisasi Pembina Yayasan Dompet Dhuafa Republika
  2. Struktur Organisasi Pengawas Yayasan Dompet Dhuafa Republika
  3. Struktur Organisasi Dewan Syariah Yayasan Dompet Dhuafa Republika
  4. Struktur Organisasi Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika
  5. Struktur Organisasi Dompet Dhuafa Filantropi
  6. Sturktur Organisasi Dompet Dhuafa Social Enterprise
  7. Struktur Organisasi Semi Otonom
Setelah itu beliau menjelaskan apa itu Lembaga Dompet Dhuafa
Dompet Dhuafa Republika adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf, serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga)
Lembaga Dompet Dhuafa juga berkontribusi pada lembaga wakaf, lembaga kemanusiaan, lembaga sosial yaitu dalam Bidang Kesehatan :
  1. RST-DD
  2. LKC
  3. GERAI SEHAT
  4. POS SEHAT
  5. AKSI LAYANAN SEHAT
  6. (ALS)
Lembaga Pendidikan yaitu :
  1. SMART Ekselensia Indonesia
  2. Beastudi Indonesia (BI)
  3. Pusat Belajar Anti Korupsi (PBAK)
  4. Makmal Pendidikan
Lembaga Pemberdayaan Masyarakat yaitu :
  1. Pertanian/Perkebunan Sehat
  2. Peternakan
  3. Usaha Kecil (Indsutri &
  4. Perdagangan)
Lembaga Dakwah yaitu :
  1. KEBUTUHAN DAI DI PERKOTAAN
  2. PENGIRIMAN DAI KE PEDALAMAN,
  3. PERBATASAN DAN DAERAH TERLUAR
  4. DAI AMBASSADOR
Dan Pak Ismail juga menjelaskan Unit Bisnis yang dikelolah oleh Dompet Dhuafa
Jaringan dan Cabang DD yang sangat luas
Model Minimarket Berbisnis Sosial yaitu DAYAMART
Wakaf Produkti yang mengembangkan agro bisnis di seluruh Indonesia 
Kemudian beliau menyampaiakan program Road Map 5 Tahun Social Enterprise Hospital Model yang mempunyai target 5 tahun kedepan dalam bidang kesehatan
Berikut Road Map-nya :




Suasana Mentoring 
dari Pak Parni Hadi & Pak Ismail A. Said



Sesi 2
Start 13.00


My Future Business


By :
Andreas Sanjaya

Pada hari ke 2 pada sesi ke 2 matrikulasi dimentoring oleh Andreas Sanjaya yaitu pribadi yang menurut saya sangat luar biasa dalam bisnis dan agamanya(islam).
Dia adalah
• CEO & Co Founder iGrow
• CEO & Co Founder Badr Interactive
• Ketua Business Center Ikatan Alumni UI
• MWA UI UM 2011
• Wakil Ketua Bem Fasilkom UI 2010

Karier Prestasi Gemilang yang telah dicapainya yaitu :
• Google Launchpad Accelerator Program, San Francisco, US
2017
• Top 20 International Startup, K-Startup, Korea Selatan 2016
• 500 Startups Accelerator Program, San Francisco, US 2016
• Juara 2, Startup Conference, California, US 2016
• Juara 2, Startup Istanbul, Turki 2015
• Juara I, Mobile Money Dragon’s Den Asia, 2015
• Juara !, Startup Arena, Startup Asia, 2014
• Wirausahawan Muda Terbaik 2014, PPSDMS Award 2014
• Indonesia Youngster Inc. Startup Champion 2014 dari Majalah
SWA
• Juara I, Jakarta Techno Startup Icon Marketeers, 2014
• Juara I Industry Creative Festival (Increfest) Kementrian
Perindustrian Indonesia 2013
• PT Badr Interactive : 20 besar perusahaan teknologi terbaik
Indonesia versi majalah Tekno Preneur (2013)
• Juara 2, Social Enterpreneur Fatigon Spirit (2011)
• Juara 1, Social Enterpreneur Indonesia Leadership Camp (2010)
• Mahasiswa Berprestasi Universitas Indonesia (2010)
• Juara 1, Mahasiswa Berprestasi Fasilkom UI (2010)

Disini Mr. Andreas mengajarkan kami bahwa sangat penting untuk berbagi dan bermanfaat bagi orang banyak, dia telah banyak berkontribusi bagi masyarakat Indonesia bahkan dunia oleh Start-up yang dia ciptakan yaitu :

Video Waymo
Aplikasi Quraan Digital dalam berbagai bahasa dan fitur yang dimana kita dapat mengetahui ayat yang mirip dengan apa yg kita bacakan dalam potongan ayatnya pada aplikasi 

Urban Qurban
Aplikasi permainan merawat hewan kurban dengan tujuan memperkenalkan ibadah kurban dengan konsep yang menyenangkan

Learn Quran
Aplikasi yang ditujukan bagi pengguna yang ingin belajar membaca Al-Quran dengan fasih menurut kaidah bahasa Arab dan tajwid yang benar.

Teman Bisnis
Aplikasi yang dibuat dengan tujuan agar dapat mencatat keuangan secara profesional dan menyenangkan bagi para perintis usaha mikro-kecil (UMK).

Yaw Me (Beta Version)
Bisa di sebut sama dengan resolusi langit, yaitu untuk memudahkan kita untuk menyetorkan ibadah kita dan semua yang bersangkutan dengan keagamaan. Tapi aplikasi ini masih versi percobaan, InsyaAllah kata Mr. Sanjaya akan segera menyempurnakannya.

Ini kurang lebih isi materi yang disampaikan oleh Mr. Andreas Sanjaya

Sejak melegalkan diri menjadi Perseroan Terbatas dua setengah tahun yang lalu kami semua diberi target besar oleh dewan komisaris untuk bisa menjadi perusahaan teknologi yang bisa bersaing dengan perusahaan teknologi top dunia pada saat ini (Google, Facebook, bahkan Apple) dalam waktu 10 tahun ke depan. Sebuah target yang luar biasa besar dan berat tentunya, bahkan sudah cukup berat walaupun hanya sekedar untuk dibayangkan. Namun kami selalu percaya bahwa sesuatu yang bagi manusia tampak sangat besar, ia bisa menjadi sebuah hal yang sangat kecil dan mudah jika Allah berkehendak. Kami tetap yakin dan optimis suatu saat dengan ijin Allah dan ikhtiar sebaik-baiknya, hal tersebut bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Jadi saat ini PR kami dalam 7,5 tahun ke depan adalah merencanakan dan mengeksekusi bagaimana milestone besar tersebut bisa kita capai.

Tentunya sesuatu hanya akan menjadi mimpi jika tidak diturunkan menjadi langkah-langkah kecil untuk merealisasikannya. Begitu juga dalam perjalanan ini, kami dari hari ke hari sedang menapaki langkah-langkah kecil kami untuk bisa terus belajar dan lebih baik. Salah satu dari banyak pekerjaan rumah dan perbaikan yang harus kami lakukan adalah dengan terus belajar, termasuk belajar dari perjalanan para startup kelas dunia yang sudah sukses saat ini. Bukan untuk menirunya, tapi untuk mengambil hikmah dari perjalanan mereka. Kami sadar bahwa setiap startup punya keunikan dan rahasia sukses masing-masing. Kunci keberhasilan startup yang satu tidak selalu bisa diimplementasikan untuk startup yang lainnya karena banyak sekali konteks dan parameter unik dari setiap startup yang lahir di dunia ini, tapi selalu ada pola yang bisa kita tangkap dari kesuksesan-kesukesan startup kelas dunia tersebut. Salah satu pola yang bisa kita tangkap dari mereka yang ingin saya sampaikan dalam artikel kali ini adalah mereka selalu bisa menemukan dan menjalankan cara berbeda sebagai solusi dalam menyelesaikan masalah yang ada dibandingkan dengan para pendahulu atau pemain besar yang saat ini sudah mendominasi pasar.

Beberapa pekan yang lalu saya mendapat sebuah infografis menarik, penggalan teksnya tertulis : “Uber, the world’s largest taxi company, owns no vehicles. Facebook, the world’s most popular media owner, creates no content. Alibaba, the most valuable retailer, has no inventory. And Airbnb, the world’s largest accommodation provider, owns no real estate”. Bagi saya infografis tersebut menegaskan tentang bagaimana Facebook, Uber, Alibaba, dan Airbnb dapat menjadi perusahaan terbaik di bidangnya masing-masing dengan melakukan hal yang berbeda jika dibandingkan dengan para pendahulu dan pesaingnya di segmen market mereka masing-masing.

Facebook bisa menjadi platform sosial media terbesar di dunia saat ini dengan banyak sekali konten-konten populer tercipta setiap harinya tanpa harus mereka yang membuat kontennya sendiri. Facebook bisa dengan cepat melesat dalam waktu 10 tahun menjadi perusahaan publik terbesar di dunia yang bergerak pada bidang media (saat ini valuasi Facebook sudah sekitar 230 milyar dollar). Menjadi menarik jika dibandingkan dengan perusahaan media lainnya yang telah berumur lebih dari 100 tahun seperti The New York Times yang valuasinya sendiri hanya sebesar 2,19 milyar dollar. New York Times yang menggawangi hampir semua layer pembuatan konten media dari mulai pencarian, pembuatan konten, sampai distribusi konten informasi baik offline maupun online ternyata bisa dikalahkan oleh Facebook yang hanya bermain di layer penyedia platform digital untuk orang berinteraksi dan berkomunikasi.

Urber, yang didirikan sejak tahun 2009, saat ini bisa menjadi perusahaan taksi nomer satu di dunia dengan penetrasi di lebih dari 57 negara. Belum ada perusahaan taksi konvesional yang mempu memiliki jaringan bisnis seluas Uber. Padahal investasi utama Uber bukan pada armada taksi yang dimilikinya, tapi pada platform teknologi yang mampu menaungi pengemudi dengan para penumpang. Biarpun melahirkan banyak kontroversi dan protes di beberapa negara, fenomena Uber tetap menyerap perhatian dan akhirnya melahirkan banyak model bisnis yang mirip di bidang pemesanan armada taksi di dunia seperti GrabTaxi, Lyft, GetTaxi, ataupun Easy Taxi. Hal ini tentunya membuat para perusahaan taksi konvensional mulai terusik, hal inilah yang membuat beberapa perusahaan taksi konvensional melarang para pengemudinya untuk menggunakan platform pemesanan taksi online.

Cara berbeda yang tak kalah menarik juga dilakukan oleh Airbnb dalam mengembangkan bisnis mereka. Airbnb yang saat ini telah menjelma menjadi perusahaan mulinasional dengan total valuasi sekitar 20 milyar dollar ini ternyata berasal dari ide dan konsep yang sederhana. Didirikan di tahun 2008, mereka awalnya hanya menawarkan penyewaan tempat menginap jangka pendek, sarapan, dan peluang mendapatkan jaringan bisnis untuk orang-orang yang tidak mampu untuk menginap di hotel. Di awal perjalanan bahkan tempat tinggal yang disewakan adalah ruang tamu mereka yang diisi dengan 3 airbed (tempat tidur berisi udara) yang hanya mampu menampung 3 orang penyewa. Hingga dalam perjalanannya bentuk penyewaan yang tadinya hanya menyediakan airbed berkembang menjadi beragam properti seperti kamar, rumah, apartemen, rumah pohon, kapal pesiar, hinga pulau pribadi. Saat ini mereka telah memiliki lebih dari satu juta list akomodasi yang disewakan di 192 negara di dunia.

Ketiga contoh di atas mencerminkan kepada kita semua bagaimana sebuah startup yang menawarkan solusi untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang berbeda, baru, dan memudahkan. Mereka semua tentunya tidak akan mempu melesat dengan sangat cepat hanya dalam hitungan kurang dari 10 tahun untuk menjadi yang terbesar di ranahnya masing-masing jika mereka menggunakan cara yang juga digunakan oleh para pemain besar yang sudah menguasai pasar. Uber tidak akan bisa memasuki pasar konsumen taksi di berbagai penjuru dunia jika mereka memulai dengan cara memiliki dan menawarkan taksi dan berkembang seiring dengan semakin banyaknya taksi dan penumpang yang memakai jasa taksi mereka. Begitu juga dengan AirBnb tidak akan cepat berkembang jika hanya mengandalkan properti yang harus selalu mereka miliki dan tawarkan. Selalu ada cara berbeda yang ternyata juga cukup ampuh untuk bisa menjadi solusi permasalahan di sekitar kita yang bisa diciptakan seiring dengan semakin majunya teknologi dan seiring dengan semakin terkoneksinya manusia bahkan benda-benda di dunia ini. Ya, teknologi membawa banyak sekali pintu peluang di berbagai ranah kehidupan, memicu kita menciptakan pemecahan masalah dengan cara yang berbeda dari cara yang selama ini ada.

Menemukan cara berbeda untuk menjadi solusi permasalahan di kehidupan kita melalui teknologi inilah yang menginspirasi kami untuk bisa melahirkan produk-produk dari Badr Interactive. Beberapa contoh produk yang telah kami lahirkan dengan cara yang berbeda misalnya iGrow, LearnQuran, dan UrbanQurban. Kesemuanya menargetkan segmen market yang sama, masyarakat Muslim yang bisa mengakses teknologi, namun masing-masing punya pembeda dengan solusi konvensional yang telah ada di pasaran. iGrow menggalakkan penanaman tanaman pangan secara massal di tanah-tanah masyarakat yang belum terberdayakan melalui teknologi, LearnQuran menjadi platform teknologi yang membuat pembelajaran qur’an menjadi lebih mudah, efektif, efisien untuk siapapun dimanapun, sedangkan UrbanQurban menghubungkan kaum urban dengan masyarakat marginal melalui ibadah qurban, aqiqah, dan sedekah daging melalui teknologi.

Mungkin kita semua sepakat dan dapat melihat potensi dari pasar masyarakat Muslim ini dari sisi besarnya market, proyeksi pertumbuhannya, maupun dari sisi masih sedikitnya pemain yang sudah menghuni pasar ini. Tapi pilihan kami menciptakan produk-produk tersebut jauh lebih dalam dari hitung-hitungan itu. Kami melahirkan produk-produk tersebut untuk bisa merealisasikan visi kami, meninggikan kalimat Allah melalui teknologi. Bukan hanya mencari profit, tapi mencari sustainability untuk membesarkan tempat kami berkarya ini sehingga bisa semakin menjejak kokoh, memiliki pengaruh, dan manfaat yang semakin besar, tidak hanya untuk umat Islam, tapi juga untuk umat manusia secara umum. Hal ini yang membuat selalu ada esensi kebermanfaatan yang nilainya jauh lebih besar dalam setiap produk-produk kami ketimbang parameter-parameter material lainnya. Inilah cara kami bertumbuh, dengan menghadirkan Allah dalam setiap ikhtiar kami, setiap langkah-langkah kecil kami, dan dalam setiap perjalanan kami agar bisa meraih sesuatu yang tampak besar dalam pandangan manusia tersebut. Inilah cara berbeda kami, semoga Allah meridhai.

Menurut saya mas jay tidak hanya berorientasi pada pencapaian di dunia tetapi dia sangat mengutamakan akhiratnya ketika pada saat dia mengutarakan isi materinya mas jay mengajarkan kami untuk lebih bermanfaat bagi orang lain dan taat kepada Allah.



Antusias Mahasiswa Baru Kampus Umar Usman
Saat Di Mentoring Mr. Andreas Sanjaya


Tidak ada komentar:

Posting Komentar